Apa Saja Perbedaan Paracetamol dengan Ibuprofen

paracetamol vs ibuprofen paracetamol vs ibuprofen
Paracetamol dan Ibuprofen adalah obat-obatan yang wajib tersedia pada kotak P3K di rumah Anda. Biasanya, kedua obat ini sangat ampuh digunakan untuk meredakan nyeri dan demam. Lalu, apakah Anda sudah mengetahui perbedaan Paracetamol dengan Ibuprofen? Paracetamol dan Ibuprofen seringkali dianggap sama. Padahal, kedua obat ini memiliki cara kerja, durasi kerja, durasi bertahan di dalam tubuh, risiko, dan efek samping yang berbeda, loh. Anda wajib mengetahui perbedaan Paracetamol dengan Ibuprofen supaya tidak salah dalam menggunakan kedua obat tersebut. Perbedaan Paracetamol dengan Ibuprofen Meskipun Paracetamol dan Ibuprofen mempunyai kesamaan dapat meredakan nyeri dan demam, tetapi keduanya tetap memiliki perbedaan. Jika salah dalam menggunakannya, maka dapat menyebabkan efek samping. Biasanya, Anda akan menemukan Paracetamol atau Acetaminophen dengan merk dagang Panadol, Pamol, Sanmol, Tempra, Bisolvon, dan lain-lain. Sedangkan Ibuprofen yang banyak ditemukan di apotek antara lain Proris, Aspirin, Bodrex, Paramex, atau Naproxen. Berikut beberapa perbedaan antara Paracetamol dan Ibuprofen yang wajib Anda ketahui: 1. Apa Saja Manfaat dari Paracetamol dan Ibuprofen? Paracetamol merupakan obat analgesik yang bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan mengatasi demam pada bayi hingga orang dewasa. Namun, Paracetamol tidak dapat menyembuhkan peradangan di dalam tubuh. Paracetamol dapat mengobati demam yang disertai pilek, batuk, dan sakit kepala tegang. Selain itu, juga dapat mengatasi sakit kepala dan sakit tenggorokan, nyeri non-saraf, seperti nyeri otot dan sendi, nyeri menstruasi, kram perut, dan lain-lain. Sedangkan Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) yang dapat mengatasi peradangan di dalam tubuh, seperti sakit leher atau peradangan lainnya. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati demam, sakit kepala, sakit gigi, rematik, nyeri punggung bawah, keseleo, atau nyeri pasca operasi. 2. Bagaimana Cara Kerja Paracetamol dan Ibuprofen? Sebenarnya, cara kerja Paracetamol belum diketahui dengan pasti. Namun yang jelas, obat ini bekerja pada pusat pengaturan suhu di otak. Sehingga dapat menurunkan suhu tubuh saat demam. Obat ini juga berperan menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga dapat meredakan nyeri. Sedangkan cara kerja Ibuprofen ada dua cara. Yang pertama yaitu dengan cara memblokir produksi senyawa kimia yang menyebabkan peradangan dan rasa nyeri. Yang kedua adalah dengan cara mengurangi iritasi atau peradangan di sekeliling luka, sehingga proses penyembuhan lebih cepat. 3. Paracetamol dan Ibuprofen Boleh Digunakan untuk Siapa Saja? Paracetamol dapat digunakan oleh semua orang. Bahkan, boleh dikonsumsi oleh bayi berusia di atas 2 bulan, asalkan dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter. Jangan sembarangan memberikan Paracetamol kepada bayi dan anak-anak, ya. Selain itu, obat ini juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Sedangkan Ibuprofen juga dapat digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa. Namun, Ibuprofen tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena dapat berisiko terhadap janin atau bayi. Ibuprofen juga hanya boleh diberikan kepada anak-anak berusia di atas 6 bulan dengan pengawasan dokter. Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit mag atau tukak lambung, maka tidak disarankan mengonsumsi Ibuprofen. Pasalnya, Ibuprofen dapat menimbulkan risiko melukai lambung. Selain itu, Ibuprofen juga tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung, stroke, dan asma. 4. Berapa Dosis dan Lama Penggunaan Paracetamol dan Ibuprofen? Paracetamol dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis maksimal 4 gr atau 4.000 mg per hari. Sedangkan dosis untuk anak-anak harus disesuaikan dengan berat badan masing-masing. Obat ini juga dapat digunakan dalam jangka panjang sesuai petunjuk dokter. Sedangkan Ibuprofen dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis maksimal 3.200 mg dan untuk anak-anak juga harus disesuaikan dengan berat badannya. Berbeda dari Paracetamol, Ibuprofen tidak boleh digunakan untuk pengobatan jangka panjang. Untuk waktu penggunaannya, Paracetamol dapat dikonsumsi meskipun perut dalam keadaan kosong. Sedangkan Ibuprofen sebaiknya dikonsumsi setelah makan karena obat ini dapat menyebabkan iritasi lapisan perut dan peradangan di lambung. 5. Apa Saja Efek Samping dari Penggunaan Paracetamol dan Ibuprofen? Penggunaan Paracetamol dapat menyebabkan efek samping sebagai berikut: Sakit kepala. Mual dan muntah. Sesak nafas. Tekanan darah menurun. Jantung berdetak cepat. Sedangkan Ibuprofen menimbulkan beberapa efek samping sebagai berikut: Sakit kepala. Gagal ginjal. Gangguan pencernaan. Nafsu makan berkurang. Dari penjelasan tersebut tentu Anda sudah tahu apa saja perbedaan keduanya. Dengan pengetahuan tersebut Anda akan lebih mudah membedakannya dikemudian hari.