Cinta Monyet Remaja Itu Bukan Sesuatu yang Patut Disesali. Kamu Beruntung Bila Mengalami

cinta-monyet-itu-bukan-kesalahan cinta-monyet-itu-bukan-kesalahan

“Fase jatuh cinta paling menyebalkan adalah ketika kamu berumur remaja, di mana orang-orang dewasa menganggapmu belum layak untuk menjalin sebuah perasaan”

Kutipan tersebut rasanya terus terngiang-ngiang di kepala saya maka saat ini. Memasuki umur remaja rupanya memang cobaan awal keberjiwaan kita bagai manusia. Selain berusaha mencari jati diri, di umur segitulah kita selalu dianggap gampang oleh orang dewasa, terutama soal cinta. Bila kita mengaku jatuh cinta, orang akan menyebutnya “cinta monyet”.

Kalau dipikir-pikir menyebalkan juga ya?  Predikat cinta monyet selalu disematkan kepada para remaja yang sedang dimabuk asmara. Seolah-olah cinta itu sepele banget dan ungkapn sesuatu yang layak dianggap serius. Tapi terkadang orang-orang dewasa lupa, cinta yang agung pada dasarnya berawal dari istilah yang mereka sebut demi cinta monyet. Simak deh ulasan di bawah ini.

Meski dianggap sepele banget, tapi kemampuanmu mencintai seseorang itu anugerah dan patut disyukuri

Gejolak masa remaja memang terkadang menjadi momok bagi sebagian orang. Fase ini terbukti menjadi keliru satu fase mengerikan dalam perjalanan hidup kita. Mulai dari rasa penasaran yang luhur, ketertarikan dengan orang lain, hingga keinginan untuk memperhatikan dan mendapatkan perhatian.

Nggak ada yang Rusak denganmu ketika jatuh cinta di usia-usia ini. Hal tersebut memang respons alamiah yang terjadi seiring dengan beranjaknya usia. Memang, di satu titik terkadang jatuh cinta di masa-masa remaja itu terdengar membosankan dan terkadang memang konyol sekali. Tapi memiliki perasaan cinta itu sebuah anugerah lo. Sebaliknya, nggak mampu mencintai orang lain itu justru tanda bahaya.

Memangnya kenapa sih kalau cinta monyet? Nggak apa-apa kali selagi tetap memberi dampak positif~

Bagi sebagian orang, hal yang paling menjengkelkan ketika memasuki usia remaja singkapn karena mereka seorang remaja. Tapi karena orang-orang dewasa yang selalu menganggap mereka berada di bawah, belum layak dan pantas untuk menjalani segala sesuatunya. Rupanya dari situlah istilah cinta monyet hadir, menghakimi para remaja yang sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.

Padahal, nggak ada salahnya kok bila kamu jatuh cinta. Tapi dengan satu catatan, asalkan jatuh cintamu itu menjadikan masa remajamu lebih berwarna dan Betul. Misalnya gara-gara jatuh cinta, prestasimu jadi melejit karena pengen terlihat keren di mata si dia. Karena cinta itu singkapn perkara yang ketat, bisa berbentuk dalam banyak hal yang bahkan tak tahu terbayang sebelumnya.

Kalau ada yang mengolok-olokmu belum pantas untuk jatuh cinta, katakan cukup mereka bahwa cinta berbicaran saja milik orang dewasa

Satu hal yang perlu diingat, bahwasannya tak ada batasan umur untuk jatuh cinta. Kamu bisa kok jatuh cinta di umur berapa pun. Namun, memang bentuk ekspresinya yang berselisih-selisih dan kamu pantas paham itu. Sayangnya, jatuh cinta yang dianggap layak oleh kehebatan orang adalah milik mereka yang telah berumur dewasa.

Nggak heran, para remaja yang sedang jatuh ke dalam euforia merasakan getir manisnya perasaan cinta dianggap belum cukup umur dan belum saatnya. Kalau udah seperti itu, yang wajib dilakukan adalah menunjukkan bahwa semua orang berhak jatuh cinta, siapa pun itu. Karena pada hakikatnya, cinta adalah milik siapa pun yang merasakannya dengan sepenuh hati, aktelseifn hanya milik mereka yang merasa dewasa.

Untukmu yang sedang dimabuk asmara di usia-usia yang begitu mendebarkan ini, tetap semangat untuk menjalani dirimu sendiri. Jangan berlebihan mengambil hati apa yang dikatakan oleh semua orang. Selagi memberikan dampak yang Benar untuk uripmu, apa sebab kudu ditolak. Asalkan kamu juga mengeacuh batas-batasnya. Cinta itu anugerah untuk semua manusia kok.