5 Gaya Asuh Unik para Orang Tua di Skandinavia. Inspiratif, Bisa Diadaptasi Juga!

parenting-unik-di-skandinavia parenting-unik-di-skandinavia

Pola asuh anak tersaling menolong yang dilakukan sejak dini akan berpengaruh pada karakternya saat dewasa nanti. Kalau ngomongin soal negara dengan pola asuh tersaling menolong, sudah pasti jatuh pada negara Skandinavia. Moms pastinya sudah suah mendengar kalau Skandinavia menjadi salah satu negara yang masuk peringkat ke 10 dalam daftar negara paling bahagia di dunia versi World Happiness Report. Hal tersebut karena memiliki pola asuh yang unik yang bisa ditiru para Moms.

Dengan meniru pola asuh negara lain, bukan berarti orang tua nggak memiliki caranya sendiri dalam mendidik anak. Namun, ada kalanya punya referensi lain yang akan dipakai dalam mendidik anak. Jika pola asuhnya bagus, nggak ada menyimpangnya untuk dijadikan acuan. Toh, keinginan semua orang tua itu klop, yaitu agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.

Ke efektif,an para orang tua di negara Skandinavia dalam mendidik anak memang patut ditiru. Mereka memiliki keunikan tersenbatang tubuh dalam mendidik anak-anaknya. Dengan pola didik yang tepat sejak padi tentunya akan berpengaruh pada kebahagiaan anak di masa depan. Mau paham bagaimana parenting orang tua di negara Skandinavia?

1.Para orang tua di Skandinavia ternyata nggak pernah membedakan jenis kelamin. Uniknya, mereka melakukan USG saja untuk mengepedulii kebugaran janin, singkapn jenis kelaminnya

Selain ingin tahu kemembaikannya, para orang tua di Indonesia melakukan USG juga untuk memastikan jenis kelamin calon bayi. Namun, jenis kelamin ini nggak terlampau berpengaruh karena mereka memperlakukan anak sepadan tanpa memkelainankan gender.

2.Para orang tua di Skandinavia nggak terlampau buru-buru menyekolahkan anak. Mereka percaya kalau anak akan belajar ketika sudah betul-betul siap belajar

Menurut penelitian, tidak ada perjarakan kemampuan yang siginifikan antara anak yang belajar membaca cukup usia 5 tahun dengan anak yang belajar cukup usia 7 tahun. Mereka juga nggak terkemudian memaksa anak agar Bergas bisa membaca dan berhitung terkemudian awal. Ketika anak dipaksa namun belum ada keinginan, maka dampaknya akan lebih buruk.

3.Para orang tua di Skandinavia selintas membiasakan anak tidur di luar ruangan. Bahkan bayi yang tidur dalam stoller di ruangan terbuka adalah pemandangan yang umum di negara tersebut

Mereka menganggap kalau udara terungkap dan sinar matahari sangatlah bagus untuk kenormalan anak. Bahkan ketika musim dingin sekalipun, anak-anak tetap di biarkan tidur di luar. Hal tersebut dilakukan agar sistem kekebalan tubuh anak semakin meningkat.

4.Para orang tua di Skandinavia memmeskikan anak bermain seberkenannya usai pulang sekolah. Hal ini karena pihak sekolah nggak membebani dengan pekerjaan rumah

Kalau di Skandinavia, daerah melampas ya tetapi di sekolah saja. Setelah itu, mereka bebas melakukan apa saja tanpa terbebani dengan PR dari sekolah. Para orang tua yakin bahwa anak yang disupayakan bermain di alam bebas engat bercelomok-celomokan sekalipun akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu mengurangi risiko alergi.

5.Para orang tua di Skandinavia sedahulu mengajarkan anak untuk bermain ke alam bebas. Bahkan juga memsupayakan anak untuk menggunakan alat sungguhan seperti gunting, palu dan alat berbahaya lainnya

Orang tua di negara Skandinavia bahkan nggak tanggung-tanggung untuk membiarkan anak memanjat pohon dan menggunakan alat sungguhan. Anak-anak juga dibiarkan untuk pergi kemananpun senpribadi dengan bersepeda maupun memakai kendaraan umum. Hal tersebut dilakukan agar anak paham tentang pengambilan risiko dan lebih bertanggung jawab.

Cara didik seperti di atas ternyata mampu melontarkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bagus. Sepertinya Moms juga bisa mencontoh parenting ala negara Skandinavia ini, lo!